DPM FISIP

Sejarah Berdirinya Kembali Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FISIP Universitas Muhammadiyah Bengkulu


Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Bengkulu pernah mengalami masa aktif pada periode 2018 hingga 2021. Pada periode tersebut, DPM berdiri sejajar dan seperangkat dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP dalam menjalankan roda pemerintahan organisasi mahasiswa intra kampus di tingkat fakultas.

Namun, dalam perjalanannya, DPM FISIP menghadapi tantangan internal yang kompleks. Terdapat persoalan kelembagaan yang menyebabkan vakumnya peran dan fungsi DPM selama tiga periode berturut-turut. Kekosongan kelembagaan ini berdampak pada terhentinya proses legislatif mahasiswa serta minimnya fungsi pengawasan dan legislasi terhadap kegiatan kemahasiswaan di lingkungan FISIP.

Menyadari pentingnya keberadaan lembaga legislatif mahasiswa sebagai penyeimbang dinamika organisasi dan aspirasi mahasiswa, sejumlah elemen mahasiswa dari berbagai program studi di FISIP mulai melakukan upaya konsolidasi sejak awal tahun 2023. Proses ini tidaklah mudah diperlukan serangkaian diskusi terbuka, forum konsolidasi lintas angkatan, dan akhirnya Kongres Mahasiswa FISIP yang menjadi momentum penting dalam membangkitkan kembali semangat kelembagaan mahasiswa di fakultas.

Dalam Kongres Mahasiswa FISIP tahun 2023 tersebut, disepakati untuk kembali mengaktifkan DPM FISIP secara resmi. Sebagai hasil dari proses demokratis ini, terpilihlah Saudara Marli I Alfikri, mahasiswa Program Studi Administrasi Publik, sebagai Ketua Umum DPM FISIP periode 2023-sekarang. Di bawah kepemimpinannya, DPM kembali menjalankan peran dan fungsinya sebagai lembaga legislatif mahasiswa, yaitu menyerap, menyuarakan, dan mengawal aspirasi seluruh mahasiswa FISIP serta melakukan fungsi pengawasan terhadap lembaga eksekutif.

Kebangkitan DPM FISIP pada tahun 2023 merupakan tonggak penting dalam sejarah organisasi mahasiswa FISIP Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Ini menjadi bukti bahwa semangat kolektif, solidaritas, dan komitmen untuk membangun lembaga yang sehat dapat menghidupkan kembali struktur kelembagaan yang sempat vakum. DPM kini hadir bukan hanya sebagai simbol formalitas, tetapi sebagai ruang perjuangan mahasiswa yang menjunjung tinggi nilai demokrasi, partisipasi, dan keadilan di lingkungan akademik.