BEM FISIP

Sejarah dan Perjalanan BEM FISIP Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu adalah organisasi eksekutif tingkat fakultas yang berperan sebagai wadah aspirasi, penggerak kegiatan kemahasiswaan, serta representasi resmi mahasiswa FISIP dalam menjalin sinergi antara mahasiswa, dosen, dan pihak kampus. BEM FISIP juga menjadi motor penggerak perubahan yang progresif, kritis, dan solutif dalam merespons berbagai dinamika sosial dan akademik, baik di dalam maupun luar kampus. BEM FISIP UMB pertama kali resmi didirikan pada tahun 2017, setelah sekian lama mengalami kevakuman. Kebangkitan ini dipelopori oleh sosok inspiratif bernama Hardinan Saputra, yang menjadi Ketua Umum pertama pada periode 2017–2018.

Hardinan bukan sekadar pemimpin, tetapi juga seorang penggagas yang penuh semangat. Ia berperan besar dalam membangun fondasi awal organisasi — mulai dari merancang logo BEM, mendesain Pakaian Dinas Harian (PDH), hingga menyusun AD/ART organisasi. Semua itu dilakukan dengan dedikasi tinggi, bahkan kerap kali ia mengerjakan desain hingga subuh di sela-sela aktivitas perkuliahan.

Bagi Hardinan, pondasi paling penting dari BEM FISIP bukanlah sekadar struktur atau program kerja, melainkan rasa kekeluargaan. Menyatukan hati dan semangat seluruh mahasiswa FISIP adalah misi awal yang ia perjuangkan bersama tim perintis. Kebersamaan inilah yang kemudian menjadi ruh utama dalam gerak organisasi di masa-masa selanjutnya.

Setelah masa kepemimpinan Hardinan, estafet perjuangan dilanjutkan oleh para ketua umum berikutnya:

  • Ilham Perdana Putra (2018–2019)
  • Yusuf Al-Ghofar (2021–2022)

Setelah periode Yusuf, BEM FISIP kembali mengalami kevakuman untuk sementara waktu. Namun, semangat mahasiswa FISIP untuk bersuara dan berkarya tak pernah padam. Pada tahun 2023–2024, organisasi ini kembali diaktifkan di bawah kepemimpinan Prayoga Hadi Pranata sebagai Ketua Umum, bersama Indri Laras sebagai Wakil Ketua.

Karena proses Pemira yang terlambat, kepemimpinan dilanjutkan ke periode berikutnya, yaitu 2025–2026, yang kini dipimpin oleh Akbar Dwiki Herlambang (Ketua Umum) dan Syawal Gani Yusuf (Wakil Ketua Umum). Dari sejarah yang panjang dan penuh dinamika ini, kita belajar bahwa BEM FISIP bukan sekadar organisasi. Ia adalah simbol perjuangan, kekeluargaan, dan semangat untuk membangun FISIP yang lebih aktif, kritis, dan kolaboratif demi memajukan fisip yang berdampak.