
Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) secara resmi membuka rangkaian kegiatan FESMASIP 2025 pada Rabu, 3 Juli 2025. Bertempat di Aula HD kampus, acara ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa dari berbagai program studi, dosen, peneliti muda, serta tamu undangan. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi FISIP untuk memperkuat semangat akademik, kolaborasi lintas disiplin, dan pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan tinggi.
Pembukaan FESMASIP 2025 dilakukan secara langsung oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Susiyanto, M.Si., yang dalam pidatonya menyampaikan apresiasi atas inisiatif fakultas dalam menyelenggarakan kegiatan yang relevan dengan tantangan zaman. Ia menekankan bahwa di era digital ini, kemampuan akademisi untuk beradaptasi dengan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), menjadi kunci dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas, efisien, dan tetap berlandaskan etika.
Sebagai bagian dari pembukaan, FESMASIP menyelenggarakan workshop bertema “Optimalisasi Penulisan Karya Ilmiah Menggunakan Artificial Intelligence: Efisiensi, Akurasi, dan Etika.” Workshop ini menghadirkan narasumber utama Dr. Fajar Junaedi, S.Sos., M.Si., seorang akademisi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta yang dikenal luas dalam bidang komunikasi, media, dan pengembangan teknologi akademik. Dalam pemaparannya, Dr. Fajar menjelaskan secara komprehensif bagaimana AI dapat dimanfaatkan dalam berbagai tahapan penulisan ilmiah, mulai dari perumusan masalah, pencarian referensi, analisis data, hingga penyusunan struktur tulisan yang sistematis.
Lebih dari 200 peserta memenuhi Aula HD, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap tema yang diangkat. Workshop berlangsung dalam format interaktif, dengan sesi tanya jawab, studi kasus, dan demonstrasi langsung penggunaan berbagai perangkat berbasis AI. Dr. Fajar juga mengajak peserta untuk berdiskusi mengenai tantangan etis dalam penggunaan AI, seperti risiko plagiarisme, manipulasi data, dan ketergantungan teknologi yang berlebihan. Ia menekankan pentingnya menjaga integritas akademik dan menjadikan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti proses berpikir kritis.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga membuka ruang refleksi tentang masa depan pendidikan tinggi yang semakin terintegrasi dengan teknologi. FESMASIP berkomitmen untuk terus mendorong inovasi dalam pembelajaran dan penelitian, serta membekali sivitas akademika dengan keterampilan digital yang relevan dan bertanggung jawab.
Dengan suksesnya pembukaan FESMASIP 2025 dan pelaksanaan workshop ini, Universitas Muhammadiyah Bengkulu menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem akademik yang adaptif, produktif, dan beretika. Kegiatan ini menjadi langkah awal dari rangkaian program FESMASIP sepanjang tahun yang akan terus mengangkat tema-tema strategis dan inspiratif bagi dunia pendidikan dan penelitian.




Leave a Reply