Pelatihan Kader Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah Resmi Dibuka

Bengkulu, 31 Oktober 2025 Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Lingkungan Hidup (MLH) secara resmi membuka Pelatihan Kader Lingkungan Hidup di Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) pada Kamis, 31 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah dalam membangun kesadaran ekologis serta memperkuat kapasitas kader dalam pengelolaan lingkungan hidup dan mitigasi perubahan iklim.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan dihadiri oleh berbagai tokoh penting, baik dari unsur Muhammadiyah pusat maupun wilayah, pemerintah daerah, akademisi, dan lembaga mitra lingkungan. Hadir memberikan sambutan antara lain Ketua MLH PWM Bengkulu, Rektor Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Provinsi Bengkulu, serta perwakilan Lazismu Pusat.

Turut hadir pula Ketua Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. M. Azrul Tanjung, S.E., M.Si, Wali Kota Bengkulu, Dr. Dedy Wahyudi, S.E., M.M, dan Dr. Anwar Abbas, salah satu tokoh nasional sekaligus Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang memberikan arahan langsung dalam sesi pembukaan. Dalam sambutannya, Dr. Anwar Abbas menekankan bahwa isu lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga menjadi bagian dari dakwah amar ma’ruf nahi munkar yang harus dijalankan oleh seluruh kader Muhammadiyah di berbagai tingkatan.

“Pelestarian lingkungan adalah bagian dari ibadah sosial kita. Melindungi bumi berarti menjaga keberlangsungan kehidupan manusia dan makhluk lainnya. Kader Muhammadiyah harus menjadi pelopor gerakan lingkungan yang berkemajuan,” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Kegiatan pembukaan ini juga menghadirkan Keynote Speech oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Bapak Dr. Ir. Mahfudz, M.P, dengan tema “Hutan Berkelanjutan untuk Kesejahteraan Masyarakat.” Dalam paparannya, beliau menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan perguruan tinggi dalam mewujudkan pembangunan berwawasan lingkungan yang berkeadilan sosial.

Pelatihan ini tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga menekankan praktik kepemimpinan hijau dan partisipasi masyarakat dalam menjaga ekosistem lokal. Kegiatan dilanjutkan pada hari kedua dengan materi yang lebih mendalam, antara lain “Muhammadiyah, Cita-cita Masyarakat Islam Ramah Lingkungan” oleh Delanto (MLH PWM Bengkulu), dan “Green Leadership: Ikhtiar Dalam Mewujudkan Kepemimpinan Berwawasan Lingkungan” oleh Dijahul Huda, M.Pd dari Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Ketua Panitia Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti oleh para kader dan perwakilan lembaga Muhammadiyah dari berbagai wilayah di Indonesia. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan di lingkungannya masing-masing dalam upaya pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berkeadilan.

“Tujuan utama dari pelatihan ini adalah melahirkan kader Muhammadiyah yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu lingkungan serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam menjaga kelestarian alam,” ujar Ketua Panitia dalam keterangannya.

Kegiatan Pelatihan Kader Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Bengkulu ini menjadi momentum penting bagi gerakan dakwah ekologis Muhammadiyah. Selain memperkuat sinergi antar-lembaga, kegiatan ini juga menjadi sarana aktualisasi peran Muhammadiyah dalam mendukung agenda nasional menuju pembangunan hijau dan berkelanjutan.