Rektor Tegaskan Komitmen Cetak Lulusan Kompeten, FISIP UMB Siap Perkuat Sertifikasi Profesi Mahasiswa

BENGKULU Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) terus memperkuat komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang unggul, kompeten, dan memiliki daya saing tinggi melalui pengembangan sistem sertifikasi profesi berstandar nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Asesmen Penuh Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1) UMB oleh tim asesor lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan Universitas Muhammadiyah Bengkulu tersebut dibuka langsung oleh Rektor UMB, Dr. Susiyanto, M.Si., serta dihadiri Direktur LSP UMB Andi Azhar, Ph.D., jajaran pimpinan universitas, dekan fakultas, asesor kompetensi, dan tim asesor lisensi BNSP.

Asesmen penuh menjadi tahapan penting dalam proses perolehan lisensi LSP P1 dari BNSP. Melalui proses ini, BNSP melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kesiapan kelembagaan, sistem manajemen mutu, perangkat sertifikasi, kompetensi asesor, hingga sarana dan prasarana pendukung pelaksanaan uji kompetensi.

Tim asesor lisensi BNSP yang melakukan penilaian terdiri dari Ujang Krisna selaku ketua tim dan Iryanti sebagai anggota tim asesor. Keduanya bertugas memastikan seluruh persyaratan dan standar yang ditetapkan BNSP telah dipenuhi oleh LSP P1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Dalam sambutannya, Rektor UMB Dr. Susiyanto menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan kebutuhan penting bagi lulusan perguruan tinggi di era persaingan kerja yang semakin kompetitif.

“Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang memiliki kemampuan akademik. Lulusan juga harus memiliki pengakuan kompetensi yang terukur dan diakui secara nasional sehingga mampu bersaing dan beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan LSP P1 menjadi instrumen strategis untuk memperkuat keterkaitan antara dunia pendidikan dan dunia kerja. Melalui sertifikasi kompetensi, mahasiswa tidak hanya memperoleh ijazah akademik, tetapi juga memiliki bukti kompetensi yang diakui secara nasional.

Komitmen tersebut juga mendapat dukungan penuh dari seluruh fakultas di lingkungan UMB, termasuk Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Sebagai salah satu fakultas yang menghasilkan lulusan di bidang pemerintahan, komunikasi, administrasi publik, dan ilmu sosial lainnya, FISIP memandang sertifikasi profesi sebagai langkah penting dalam meningkatkan kualitas dan daya saing mahasiswa.

Melalui program sertifikasi yang nantinya difasilitasi oleh LSP P1 UMB, mahasiswa FISIP berpeluang memperoleh pengakuan kompetensi sesuai bidang keahlian masing-masing, mulai dari komunikasi publik, kehumasan, administrasi pemerintahan, hingga pengelolaan organisasi dan pelayanan publik. Sertifikat kompetensi tersebut diharapkan menjadi nilai tambah bagi lulusan ketika memasuki dunia kerja maupun melanjutkan karier profesional.

Sementara itu, Direktur LSP UMB, Andi Azhar, Ph.D., menyampaikan bahwa asesmen penuh merupakan momentum penting dalam perjalanan pengembangan LSP di lingkungan Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

“LSP P1 diharapkan menjadi sarana untuk memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan standar profesi yang dibutuhkan dunia kerja. Dengan demikian, lulusan UMB, termasuk lulusan FISIP, memiliki daya saing yang lebih kuat dan relevan dengan kebutuhan industri, pemerintahan, maupun sektor pelayanan publik,” katanya.

Ketua Tim Asesor Lisensi BNSP, Ujang Krisna, menjelaskan bahwa asesmen penuh dilakukan untuk memverifikasi dan memvalidasi seluruh aspek yang menjadi persyaratan lisensi LSP P1.

“Melalui asesmen ini, kami memastikan bahwa sistem sertifikasi yang akan dijalankan benar-benar memenuhi standar mutu dan prinsip sertifikasi kompetensi yang objektif, independen, serta akuntabel,” ujarnya.

Penilaian yang dilakukan meliputi aspek tata kelola organisasi, dokumen mutu, skema sertifikasi, kompetensi asesor, hingga kesiapan Tempat Uji Kompetensi (TUK). Hasil asesmen tersebut nantinya akan menjadi dasar bagi BNSP dalam menentukan kelayakan pemberian lisensi kepada LSP P1 Universitas Muhammadiyah Bengkulu.

Melalui pelaksanaan asesmen penuh ini, UMB berharap dapat segera memperoleh lisensi resmi dari BNSP sehingga mampu menyelenggarakan sertifikasi kompetensi secara mandiri bagi mahasiswa dan lulusan. Kehadiran LSP P1 diharapkan menjadi langkah strategis dalam mendukung seluruh program studi, termasuk di lingkungan FISIP UMB, untuk menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, tersertifikasi, dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

More Articles & Posts